Perkuat Demokrasi di Grassroot, Bawaslu Kabupaten Aceh Timur : Pengurus Desa Demokrasi adalah Jembatan Aspirasi Warga
|
Idi – Dalam upaya memperkuat integritas demokrasi di tingkat akar rumput, Bawaslu Kabupaten Aceh Timur menggelar diskusi santai bertajuk "Ngopi Demokrasi" bersama Pengurus Desa Demokrasi. Kegiatan ini menekankan posisi strategis pengurus desa demokrasi bukan sekadar dibentuk untuk memenuhi formalitas semata, melainkan sebagai jembatan utama dalam menyalurkan aspirasi warga serta pengawal netralitas di lingkungan pedesaan.
Diskusi yang berlangsung di Dubai Coffee, Idi, dalam suasana cair dan akrab ini dihadiri oleh perwakilan pengurus desa demokrasi, dan jajaran komisioner Bawaslu Kabupaten Aceh Timur. Fokus utama pembahasan adalah bagaimana membangun kesadaran kolektif dalam menjaga proses demokrasi agar tetap jujur, adil, dan transparan.
Dalam arahannya, Kordiv Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Aceh Timur, Muhammad Fazil, M.Pd menyampaikan bahwa desa merupakan laboratorium demokrasi terkecil namun paling krusial. Pengurus Desa Demokrasi memiliki kedekatan emosional dan akses langsung kepada masyarakat, sehingga menjadi elemen paling efektif dalam menangkal hoaks, praktik politik uang, hingga polarisasi di tingkat akar rumput.
"Pengurus desa demokrasi adalah jembatan aspirasi warga. Mereka adalah orang pertama yang mengetahui dinamika di lapangan. Oleh karena itu, sinergi antara Bawaslu dan pengurus desa demokrasi harus terus diperkuat agar informasi mengenai aturan pemilu tersampaikan dengan akurat hingga ke pelosok," ujarnya.
Salah satu poin krusial yang ditegaskan dalam pertemuan ini adalah pentingnya menjaga netralitas aparatur desa. Fazil mengingatkan bahwa posisi pengurus desa demokrasi sangat rentan disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan politik praktis.
"Kami mengajak seluruh pengurus desa demokrasi untuk tetap berada pada posisi netral. Peran bapak dan ibu adalah memfasilitasi hak demokrasi warga, bukan menjadi alat mobilisasi suara. Dengan menjaga integritas, kita memastikan bahwa pemimpin yang terpilih nanti benar-benar lahir dari keinginan murni masyarakat," tambahnya.
Bawaslu Kabupaten Aceh Timur terus berupaya melakukan inovasi dalam pengawasan partisipatif. Melalui berbagai kegiatan dialogis, diharapkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengawasan pemilu meningkat, guna mewujudkan pemilu yang bersih, berintegritas, dan demokratis di wilayah Aceh Timur.