Lompat ke isi utama

Berita

Cegah Hoaks, Bawaslu Kabupaten Aceh Timur Koordinasi dengan Pihak Kepolisian

Cegah Hoaks, Bawaslu Kabupaten Aceh Timur Koordinasi dengan Pihak Kepolisian 01

Idi – Dalam upaya memperkuat pencegahan penyebaran informasi hoaks dan disinformasi yang berpotensi mengganggu kualitas demokrasi, Bawaslu Kabupaten Aceh Timur melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan sinergi antar-lembaga dalam menjaga ruang informasi publik tetap sehat, aman, dan kondusif. Kegiatan tersebut terbungkus dalam sebuah diskusi demokrasi di warung kopi Bereh Coffee, Idi.

Koordinasi tersebut dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan sinergi antara lembaga pengawas pemilu dan aparat penegak hukum dalam menghadapi tantangan penyebaran informasi palsu, khususnya di ruang digital dan media sosial.

Ketua Bawaslu Aceh Timur, Muhammad Ali menyatakan bahwa koordinasi ini bertujuan untuk membangun sistem pencegahan dan deteksi dini terhadap konten disinformasi, ujaran kebencian, serta kampanye hitam yang berpotensi memicu polarisasi di masyarakat.

Pengawasan saat ini tidak lagi terbatas pada tahapan fisik di lapangan, namun juga mencakup ruang digital. Sinergi dengan pihak kepolisian diperlukan agar langkah preventif maupun penegakan hukum terkait UU ITE dapat berjalan efektif dan terukur.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai langkah pencegahan, mulai dari penguatan edukasi literasi digital kepada masyarakat, peningkatan pengawasan terhadap informasi yang beredar di media sosial, hingga mekanisme koordinasi dalam menindaklanjuti laporan terkait dugaan penyebaran hoaks.

Pihak kepolisian menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya pencegahan melalui patroli siber dan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti menyebarkan informasi palsu yang dapat merugikan masyarakat atau mengganggu stabilitas keamanan.

Selain itu, Bawaslu Aceh Timur juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dengan selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.

Melalui koordinasi yang terus diperkuat, Bawaslu dan kepolisian berharap dapat menciptakan ruang informasi yang sehat, menjaga kondusivitas daerah, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melawan penyebaran hoaks, tutup Ali.